Home
>
layanan nasabah: Media Portal Capital Life Indonesia
>
Detil
Dampak Kenaikan Dollar untuk Masyarakat Indonesia

Kenaikan nilai dolar Amerika Serikat (AS) memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian dan masyarakat Indonesia. Berikut beberapa dampaknya:
 

  • Peningkatan Harga Impor: Kenaikan dolar AS menyebabkan harga impor menjadi lebih mahal. Dua komoditas impor utama bagi Indonesia, yaitu minyak mentah (sebagai bahan baku bahan bakar minyak) dan beras, akan terpengaruh. Ini berarti harga bahan bakar non-subsidi juga meningkat, yang dapat memengaruhi daya beli dan permintaan masyarakat.
     
  • Pengaruh pada Sektor Ekspor: Meskipun kenaikan dolar AS dapat meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar internasional, hal ini juga dapat mengurangi margin keuntungan para produsen dalam negeri. Sebagai contoh, industri farmasi, petrokimia, makanan, minuman, dan tekstil yang bergantung pada bahan baku impor dapat terdampak negatif.
     
  • Tekanan Inflasi: Pelemahan rupiah akan mendorong inflasi yang lebih tinggi. Harga barang impor, termasuk pangan seperti gula, daging sapi, gandum, dan kedelai, akan mengalami kenaikan. Ini menciptakan tekanan inflasi di dalam negeri.


Pemerintah perlu mengelola kenaikan nilai dolar dengan bijaksana untuk memastikan dampak positif terhadap ekspor seimbang dengan dampak negatifnya pada harga impor dan daya beli masyarakat.

Jakarta, 6 Mei 2024
 

Menara Jamsostek, Gedung Menara Utara Lt.5,
Jl. Gatot Subroto No. 38, Jakarta Selatan 12710

PENJUALAN & PEMASARAN:
Hunting : 021 - 22773899 | Fax : 021 - 2277 3897

LAYANAN PELANGGAN:
Phone: 021 - 2277 3898 | Fax : 021 - 2277 3897
Email: care@capitallife.co.id

LAYANAN PELANGGAN DPLK:
Phone: 021 - 2277 3898 | Fax : 021 - 2277 3897
Email: care.dplk@capitallife.co.id

© 2024 PT Capital Life Indonesia, subsidiary of PT Capital Financial Indonesia Tbk. All reserved | PT Capital Life Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)