Info Capital Life

Solusi Perlindungan Terbaik untuk Kamu dan Orang Tercinta.

PT. Capital Life Indonesia menyediakan solusi perlindungan jiwa dan solusi Pensiun bagi Anda, keluarga tercinta, rekan kerja dan karyawan Anda. Temukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Media Portal Capital Life Indonesia

Ciri Ciri Keuanganmu Sudah Membaik

Proses untuk mendapatkan kesuksesan finansial bukanlah perkara yang mudah. Kita perlu disiplin dalam mengelola keuangan supaya bisa dinikmati di masa tua dan tidak menyusahkan orang-orang terdekat. Nah, supaya kamu bisa memiliki kondisi keuangan yang sehat, mengelola keuangan dengan baik merupakan salah satu awal untuk memulainya.

Tentu! Kesehatan keuangan adalah hal yang penting, dan kita semua ingin meraih stabilitas finansial yang lebih baik. Berikut beberapa ciri yang bisa membantu kamu menilai apakah keuanganmu sudah membaik atau masih perlu perhatian lebih:

 

1. Tidak Merasa Cemas atau Stres Terlalu Banyak

Salah satu tanda paling jelas bahwa kondisi keuanganmu sudah tidak sehat adalah ketika kamu sering merasa cemas atau stres memikirkan masalah keuangan. Mungkin kamu khawatir tentang bagaimana membayar tagihan, menutupi kebutuhan sehari-hari, atau mengelola utang yang menumpuk.
 

2. Arus Kas yang Lancar
 

Keuangan yang sehat ditandai dengan arus kas yang lancar. Pemasukan dan pengeluaran dapat terukur, dan jumlah pengeluaran tidak melebihi jumlah pemasukan. Jadi, pastikan kamu memiliki catatan yang rapi tentang pemasukan dan pengeluaranmu2.
 

3. Memiliki Catatan Rapi untuk Pemasukan dan Pengeluaran Rutin
 

Selain arus kas yang lancar, penting juga untuk memiliki catatan yang rapi tentang pemasukan dan pengeluaran rutin. Tahu seberapa besar penghasilanmu dan sadar akan seberapa banyak uang yang kamu keluarkan per bulannya adalah langkah awal yang baik3.
 

4. Pengeluaran Tidak Lebih Banyak daripada Pemasukan
 

Ini mungkin terdengar sederhana, tapi seringkali kita terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Pastikan pengeluaranmu tidak melebihi pemasukan agar keuangan tetap sehat.

 

5. Tidak Nelangsa di Akhir Bulan
 

Jika kamu kerap stress pada akhir bulan karena kesulitan membayar tagihan atau utang, maka hal ini menjadi pertanda kalau kondisi keuangan kamu sedang tidak baik-baik saja. Kalau pada akhir bulan kamu merasa tenang dan tidak khawatir dengan isi dompetmu, ini menjadi tanda bahwa kamu sudah dapat mengelola keuangan dengan baik.
 

6. Memiliki Asuransi Kesehatan
 

Setiap kegiatan yang kita lakukan tentu memiliki risiko. Dan kalau risiko itu terjadi, biasanya memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi keuangan pribadi kita. Misalnya saja kalau tiba-tiba mengalami sakit yang membutuhkan perawatan dan pengobatan dengan biaya yang besar. Tentunya hal ini akan menggoncangkan finansial kita. Untuk itu, memiliki asuransi kesehatan penting bagi kita untuk menutupi biaya pengobatan yang dibutuhkan sehingga stabilitas keuangan pribadi pun tidak akan terguncang terlalu dalam.



Dapat mengelola keuangan dengan baik merupakan hal yang penting. Karena usia setiap orang akan terus bertambah namun tenaganya justru berkurang. Dan ketika kita dapat mengelola keuangan dengan baik maka kita memiliki cukup bekal demi masa tua yang bahagia. Kita juga dapat hidup secara mandiri, dapat memenuhi kebutuhan dan tidak menyusahkan orang-orang terdekat. Ingatlah bahwa perbaikan keuangan adalah proses, dan setiap langkah kecil membawa kita lebih dekat ke arah yang benar.

 

Jakarta, 25 Juni 2024

 

LANJUT
Yuk Lebih Mengenal Asuransi

"Tahukah kamu apa itu asuransi? Asuransi adalah produk pengelolaan keuangan yang bertujuan untuk melindungi nasabah atau peserta dari kerugian finansial yang lebih besar."

Perjanjian di dalam asuransi melibatkan dua pihak, yaitu perusahaan asuransi sebagai penanggung dan nasabah sebagai tertanggung.

Apa Itu Asuransi?

Menurut UU No 40 Tahun 2014, asuransi adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis. Dalam perjanjian ini, pemegang polis sebagai tertanggung berkewajiban membayarkan iuran atau premi.

Pembayaran premi ini dilakukan untuk mendapatkan jaminan pertanggungan atau penggantian biaya atas berbagai macam risiko, seperti risiko kerugian, kerusakan, atau kehilangan yang diberikan oleh perusahaan asuransi selaku penanggung.

Jadi, fungsi asuransi adalah berperan sebagai proteksi atau perlindungan terhadap keuangan. Produk asuransi tidak bisa menghilangkan risiko sama sekali, apalagi untuk risiko kejadian yang tidak terduga.

Tapi, asuransi adalah salah satu bentuk upaya antisipasi atau perlindungan keuangan untuk mempersiapkan diri menghadapi risiko finansial kejadian tak terduga tersebut.
Singkatnya, perusahaan asuransi memberikan penggantian kepada nasabah jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Sementara itu, nasabah sebagai tertanggung juga harus melaksanakan kewajibannya, yakni membayar iuran premi asuransi sesuai perjanjian.

Tujuan Memiliki Asuransi

Bukan tanpa alasan orang memiliki asuransi. Pasalnya, kepemilikan asuransi bertujuan untuk tiga hal di bawah ini.

1. Melindungi Kehidupan dan Proteksi Aset

Ketika terjadi risiko seperti masuk rumah sakit, tidak jarang kehidupan dan aset menjadi korban. Asuransi bisa melindungi kehidupan dan aset yang dimiliki oleh nasabah pada saat hal tersebut terjadi. Nasabah tidak perlu mengorbankan aset karena perusahaan asuransi sudah menanggung biaya dari kejadian tersebut.

2. Memberikan Perlindungan Finansial dan Keamanan Jangka Panjang

Banyak orang yang berpikir bahwa dampak asuransi tidak bisa dirasakan pada saat ini. Faktanya, asuransi bertujuan untuk memberikan perlindungan finansial dalam jangka panjang. Nasabah pun tidak perlu khawatir karena keuangan akan tetap aman dalam kondisi apa pun.

3. Mengurangi Dampak Kerugian Akibat Kejadian Tak Terduga

Kejadian tidak terduga selalu mengakibatkan risiko, terutama dari segi finansial. Asuransi bisa meminimalkan dampak yang sifatnya mendadak tersebut sehingga tidak berkembang menjadi lebih serius. Contohnya, nasabah yang meninggal dunia padahal menjadi kepala keluarga. Ahli waris nasabah tersebut akan mendapatkan uang pertanggungan sebagai bekal hidupnya.


Tips Memilih Asuransi

Jika ingin mendapatkan manfaat secara maksimal, penting untuk nasabah bertindak cerdas dalam memilih asuransi. Berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan:

 1. Pilih produk sesuai kebutuhan


Polis asuransi terbaik bukan selalu yang termurah, tapi yang penting adalah sesuai dengan kebutuhan kamu. Maka dari itu, sebelum membeli asuransi, pastikan kamu memahami kebutuhanmu lebih dulu.

2. Pastikan perusahaan kredibel

Jangan sembarangan memilih perusahaan asuransi. Salah satu kredibilitas perusahaan asuransi dapat ditunjukkan dengan perusahaan tersebut diawasi dan memiliki izin OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Selain itu, pastikan memilih perusahaan asuransi yang memiliki rasio solvabilitas atau RBC (risk based capital) perusahaan asuransi di atas 120 persen. Kamu dapat melihat informasi ini di laporan keuangan perusahaan.

 

Jakarta, 19 Juni 2024


 

LANJUT
Dampak Media Sosial untuk Kesehatan Mental

Terlalu lama menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial tanpa tujuan yang jelas sama saja dengan memenuhi otak Anda dengan informasi yang kurang penting. Akibatnya, ada banyak dampak negatif media sosial yang bisa memengaruhi kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif media sosial bagi para penggunanya:


1. Menimbulkan ketidakpuasan diri

Ketika sedang scrolling media sosial, Anda pasti sering melihat unggahan orang lain yang menunjukkan wajah atau tubuhnya yang tampak ideal. Jika Anda melihat hal tersebut secara terus-menerus, hal ini dapat menimbulkan dampak negatif media sosial, seperti ketidakpuasan pada diri sendiri.

Mungkin Anda saat ini sadar bahwa unggahan-unggahan yang bertebaran di media sosial sebagian besar adalah hasil manipulasi dari filter kamera atau aplikasi. Namun, tetap saja muncul standar kecantikan yang tidak realistis dalam diri, sehingga membuat Anda merasa tidak pernah cukup dan puas. Hal tersebut akhirnya akan menurunkan kepercayaan diri Anda.


2. Meningkatkan kecemburuan sosial

Scrolling media sosial terus-menerus juga dapat menciptakan perbandingan-perbandingan yang tidak sehat. Misalnya adalah Anda membandingkan barang-barang yang dimiliki dan tidak dimiliki dengan kepunyaan orang lain.

Padahal, apa yang orang lain unggah di media sosial belum tentu sama indahnya dengan kenyataan. Sama seperti Anda, orang lain juga pasti memiliki masalah dan kesulitan masing-masing yang mungkin sama atau lebih buruk daripada yang Anda hadapi. Hanya saja, hal tersebut tidak ditampilkan di media sosial.

Jika Anda terpengaruh dengan dampak negatif media sosial yang satu ini, hal ini dapat menganggu kesehatan mental dan meningkatkan kecemburuan sosial.


3. Mengganggu waktu tidur

Kualitas tidur yang terganggu juga bisa menjadi salah satu dampak negatif media sosial. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan masalah pada kontrol diri, terutama jika Anda mengakses jejaring sosial menggunakan smartphone.

Menggunakan media sosial memang memudahkan Anda untuk selalu terhubung dengan teman atau keluarga. Namun, keuntungan ini juga membawa dampak negatif berupa perubahan kualitas tidur.

Tidak mendapatkan tidur yang cukup bisa menyebabkan kenaikan berat badan, menurunkan konsentrasi, hingga meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi dan diabetes.


4. Menyebabkan depresi dan kecemasan

Menggunakan media sosial terlalu sering juga dapat memicu serangkaian emosi negatif yang menyebabkan kecemasan bahkan depresi, atau memperburuk gejalanya.

Dampak negatif media sosial ini dapat terjadi ketika Anda memiliki perasaan tertekan yang tinggi, seperti ingin selalu up to date atau ingin memiliki unggahan foto serta tulisan yang sempurna. Semua tekanan tersebut akhirnya menimbulkan kekhawatiran berlebih dan menjadi gejala dari depresi dan kecemasan.


5. Menyebabkan kecanduan

Media sosial memiliki efek buruk bagi otak. Hal ini karena produksi hormon dopamin yang memicu rasa senang dan nyaman di otak meningkat saat Anda membuka aplikasi media sosial favorit.

Ketika kadar dopamin meningkat setelah menggunakan media sosial, otak akan mengidentifikasinya sebagai aktivitas bermanfaat yang harus Anda lakukan kembali. Akibatnya, Anda menjadi kecanduan media sosial.

Efek senang karena media sosial hanya bersifat sementara. Jadi, saat dopamin yang membuat rasa nyaman dan senang dalam tubuh hilang, Anda akan kembali melihat media sosial untuk kembali mendapatkan perasaan tersebut.

Jakarta, 11 Mei 2024

LANJUT

Menara Jamsostek, Gedung Menara Utara Lt.5,
Jl. Gatot Subroto No. 38, Jakarta Selatan 12710

PENJUALAN & PEMASARAN:
Hunting : 021 - 22773899 | Fax : 021 - 2277 3897

LAYANAN PELANGGAN:
Phone: 021 - 2277 3898 | Fax : 021 - 2277 3897
Email: care@capitallife.co.id

LAYANAN PELANGGAN DPLK:
Phone: 021 - 2277 3898 | Fax : 021 - 2277 3897
Email: care.dplk@capitallife.co.id

© 2024 PT Capital Life Indonesia, subsidiary of PT Capital Financial Indonesia Tbk. All reserved | PT Capital Life Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)